MEUREUDU — Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, bergerak cepat memperjuangkan anggaran dan program pembangunan pascabencana hidrometeorologi. Didampingi tiga pimpinan Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), pria yang akrab disapa Nyak Syi ini melakukan safari kerja ke sejumlah kementerian di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Langkah diplomasi pembangunan ini memfokuskan dua agenda krusial: penataan infrastruktur kesehatan serta revitalisasi ekonomi masyarakat melalui pembenahan pasar tradisional.
Dalam pertemuannya dengan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, Pemkab Pidie Jaya menyodorkan proposal prioritas yang mencakup:
- Pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) dan RSUD Tipe C.
- Revitalisasi Puskesmas serta Puskesmas Pembantu (Pustu).
- Penguatan fasilitas perawatan jiwa, rehabilitasi narkoba, dan peningkatan layanan rawat inap anak di RSUD Pidie Jaya.
”Pembangunan sektor kesehatan bukan sekadar menambah fisik gedung, melainkan memastikan masyarakat memperoleh akses layanan terpadu yang memadai, terutama pascabencana,” ujar Sibral Malasyi, Sabtu (10/10/2026).
Tak hanya sektor medis, Sibral juga menemui Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal S. Shofwan. Audiensi tersebut membahas percepatan revitalisasi fasilitas pasar guna menggairahkan kembali roda perekonomian para pedagang lokal.
Pemkab Pidie Jaya berharap hasil koordinasi ini melahirkan skema pendanaan konkret dari APBN agar program penanganan pascabencana tidak membentur kendala anggaran daerah.
